Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

SEPUCUK RINDU UNTUK TERKASIH

Sepi ini mengingatkanku pada kehangatan Untuk mencari celah kembali bersama kalian Ada gelisah yang merasuk Ada resah yang tak terbendung Ada cinta yang tak padam Ada rindu yang tak pernah layu Memori bersama selalu membawa kenangan untuk merindu Serpihan kenangan tentang masa kecil, Remaja hingga kini beranjak dewasa Rasanya ingin aku memeluk kembali kenangan manis itu Membawaku pada waktu saat aku memiliki kalian sepenuhnya Membawaku pada masa manis tanpa air mata Mama, Kutahu ini masa yang berat bagimu melepaskan putri kecilmu Yang kini telah siap menjadi seorang wanita penjagamu Aku selalu dapat membaca sedih bahagiamu Meskipun jarak dan waktu ini terlampau jauh untuk kugenggam dengan tanganku Tapi, rasa cintaku ini akan selalu kau miliki Meskipun ada sosok pria lain yang akan datang menghampirimu Dan memintaku untuk jadi pendampingnya Tapi kini yang kumau Hanya melihat raut wajahmu dan memastikan kau baik – baik saja Tak kuran

BEKERJA DENGAN NURANI ?

Mata hanya terus bisa melihat Mulut hanya terus berkata Tangan hanya terus menulis dan mengetik Kaki hanya terus melangkah Telinga juga masih saja mendengar Nafas pun mengalir tak lagi memiliki irama Tak peduli polusi apa yang telah meracuninya Pikiran hanya terus memforsir, menginterpretasi setiap arti, dan mencari makna dari tiap ilusi Hingga akhirnya lelah menjadi teman di malam sepi Jenuh menjadi tamu yang datang silih berganti dan keluhan hanya jadi sahabat yang menemani Namun apakah nurani masih merasa Merasakan arti dari setiap gerakan raga ataukah jiwa dan raga tak lagi berintegrasi dalam satu ruang Bagai robot yang dicipta tuk berproduksi Hingga akhirnya diri menyadari Apakah arti keringat dan perasan otak selama ini? Hanyakah demi sodoran misi yang tak tahu arah

KETIKA DIA TAHU YANG TERBAIK

Dia tak pernah menjanjikan selalu ada matahari cerah di pagi hari Kadang, kau melihat langit mendung untuk menyadarkan hidupmu tak selalu diiring tawa bahagia namun ada momen datangnya air mata Satu yang tak pernah diingkari, Dia tetap ada memeluk dan mendampingimu Dia tak pernah menjanjikan jalan aspal yang halus untuk dilalui Terkadang kau harus menempuh jalan bergelombang, berbatu atau berlubang Bukan untuk menyakitimu Namun untuk menyadarkan hidupmu tak selalu aman-aman saja Ada masalah dan rintangan yang harus kau hadapi Tapi ingat satu hal, Dia jauh lebih besar dari setiap persoalanmu Ketika kau meminta padaNya tak selalu Ia kan menyediakan Namun satu yang Dia beri Dia tahu yang terbaik bagimu

Untuk Kita yang Pernah Berjuang Bersama

Aku ingat masa-masa itu Saat kamu dan aku berbagi mimpi tentang suatu dunia di masa depan Mimpi bersama teman dan sahabat kita Mimpi untuk membangun sesuatu yang lebih baik Aku ingat saat kau memintaku untuk membantumu Bagaimanapun kondisinya nanti Entah siapakah nanti yang akan mencapai garis finish Dan memperoleh medali Kita berjanji untuk tak saling meninggalkan Aku ingat betapa berat proses yang kita hadapi Mungkin fisikku dan fisikmu lelah untuk bertahan Tapi dorongan dan semangat dari mereka membuat kita tak henti berjuang Kita berjanji untuk menjunjung tinggi suportivitas Dan jangan biarkan pertemanan kita rusak hanya karna ini Kini, Kau yang telah berhasil mencapai finishnya Mungkin dewi fortuna tak berpihak padaku di pertandingan ini Atau aku bukanlah ahli yang mahir dalam perlombaan ini Kuucapkan selamat padamu wahai kawanku atas kemenanganmu Tak lupa doa kusertakan padamu untuk perjuanganmu selanjutnya Kau harus terus berjua

Menjadi Seorang Pemimpin Wanita

Pengalaman akan suatu kegagalan mendapatkan amanah menjadi seorang pemimpin menjadi suatu anugrah sehingga dapat menorehkan suatu pemikiran melalui tulisan ini. Mencoba memberikan semangat bagi kalian para perempuan yang bercita-cita menjadi pemimpin bagi negeri ini kelak seperti saya. Sosok pemimpin wanita pertama bagi saya yang sangat berkesan adalah seorang gadis Jawa anggun nan manis kelahiran Jepara. Beliau adalah Raden Ajeng Kartini. Meskipun meninggal di usia yang masih sangat muda, 25 tahun, namun jasa beliau sungguh sangat besar memberikan pengaruh bagi peradaban keberadaan kaum perempuan di Indonesia. Bagi saya, cita-cita dan harapan besar beliau untuk memberikan pendidikan bagi kaum perempuan sungguhlah suatu pemikiran besar seorang gadis yang baru berusia belasan tahun, dapat dikatakan baru memasuki tahap remaja. Berbeda sekali dengan kondisi sekarang. Miris sekali melihat fenomena kehidupan remaja saat ini yang menurut saya sangat terpengaruh dengan perkembang

Cerita Seonggok Mobil Reyot

Layaknya sebuah mobil yang sedang rusak Entah dia telah kehabisan bensin, pelumas, ataupun onderdil yang telah usang Ia membutuhkan montir untuk diperbaiki Ia butuh sparepart baru untuk mengganti yang lama Tapi, ia kini hanya terseok di persimpangan persimpangan sepi tanpa orang lalu lalang Mungkin ia sedang menanti waktu Waktu untuk mobil derek menjemputnya dan membawa ke tukang loak Atau dia sedang menanti keajaiban Keajaiban saat mesinnya berputar kembali Saat ia dapat menelusuri tiap sudut jalanan Meski saat dia kembali, semua berjalan pulih dan normal namun ada yang tak lagi sama Dia bukan mobil baru Ada bagian yang telah terganti

MUDIK

Bagi saya, mudik merupakan suatu budaya khas Indonesia. Tradisi pulang ke daerah masing-masing yang hanya dilakukan oleh masyarakat Indonesia tiap tahun, dan biasanya untuk menyambut momen Lebaran. Meskipun tak beragama Muslim pun, orang-orang tetap melakukan tradisi ini, dengan satu tujuan besar, kerinduan akan kampung halaman. Biasanya mudik banyak dilakukan oleh masyarakat yang sedang merantau ke kota-kota besar untuk mencari penghidupan yang lebih layak ataupun menuntut ilmu dengan kembali ke daerah masing-masing saat momen-momen libur Lebaran. Keterbatasan waktu dan finansial seringkali menjadi penyebab jarangnya intensitas orang kembali ke daerahnya . Sehingga mereka sangat memanfaatkan momen-momen libur panjang, seperti Lebaran, untuk dapat melepas rindu pada keluarga dan sanak saudara di kampung halaman.  Seringkali, tradisi mudik ini juga membawa beberapa dampak yang kurang baik, seperti adanya kemacetan pada jalan-jalan utama antarkota dan antarprovinsi, contohny