Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

Idealisme Berkarir yang Mulai Tergoyahkan

Pandangan tentang sebuah karir di masa depanku dimulai ketika aku memasuki bangku SMP. Aku bercita-cita menjadi seorang arsitek. ITB adalah impianku di kala itu. Dan aku bersyukur ternyata Tuhan membukakan jalanku untuk menggapai cita-citaku. Meskipun aku harus mengalami banyak hambatan untuk dapat menjadi salah satu bagian mahasiswa Kampus Ganesha ini. Akan tetapi, pandangan menjadi seorang arsitek mulai tergoyahkan setelah aku menjalani setengah semester pertama di ITB. Aku diperkenalkan dengan dunia baru yang belum pernah aku pahami sebelumnya. Yap, Planologi. Sebatas aku hanya menganggap hal itu sebagai ilmu untuk merencanakan kota. Akan tetapi, gambaran menarik yang kudapat dari seorang dosen yang "sangat menjual" menurutku membuat aku berpikir ulang tentang cita-cita awalku. Beliau memberikan pandangan baru yang lebih luas mengenai dunia Plano yang tak pernah aku tahu sebelumnya. Ternyata pola pikirku sangat berkembang dan aku dapat memiliki kepekaan lebih terhadap l

Apakah Aku Aktivis?

Gambar
Tak terasa telah dua tahun aku menempuh pendidikanku di salah satu kampus terbaik bangsa. Yap, di Kote Kembang inilah aku mencoba peruntunganku untuk menggapai jalan yang lebih dekat menuju cita-citaku. Entah apa yang kupikirkan dulu sehingga aku dapat terdampar menjadi seorang perantau di kota besar ini. Namun inilah jalan yang telah aku pilih dan aku akan melanjutkan semua perjuanganku ini hingga mencapai salah satu tujuan hidupku. Kini aku telah menjalani 2 tingkatan pendidikanku di Kampus Ganesha dan tak terasa sebentar laagi aku telah mendapat sebutan mahasiswa tingkat 3. Awalnya aku merasa diriku hanyalah seorang mahasiswa kupu-kupu yang tidak pernah tertarik dengan dunia kemahasiswaan dan menjalani kehidupanku sehari-hari hanya berorientasikan keberhasilan studi serta bermain bersama teman-teman dekatku di waktu senggang. Terlebih aku bersyukur mendapat beasiswa di kampus ini sehingga aku tidak ingin kehilangan beasiswa hanya karena nilai akademikku anjlok. Padahal aku telah

PENGHARAPAN

Pengharapan bersinar terang di saat-saat paling gelap Pengharapan memberi motivasi   saat keraguan datang Pengharapan memberi energy pada tubuh yang lelah Pengharapan mempermanis saat kepahitan itu menyelinap Pengharapan tetap percaya saat segala bukti hilang Pengharapan mendengarkan jawaban sewaktu tidak ada yang berbicara Pengharapan mampu mendaki setiap masalah saat tidak ada yang menolong Pengharapan dapat megatasi kesulitan saat tidak ada seorangpun yang peduli Pengharapan terus tersenyum dengan penuh percaya diri saat tidak ada yang tertawa Pengharapan mampu menggapai jawaban saat tidak ada yang bertanya Pengharapan terus maju menuju kemenangan saat tidak ada yang memberi semangat Pengharapan berani memberi saat tidak ada yang mau berbagi Pengharapan membawa kemenangan saat tidak ada yang menang

Aku MencintaiMu dengan Sederhana

Ketika semua orang meninggalkanku pergi pada kesibukannya masing-masing dan berhadapan dengan masalah setiap hari Aku datang kepadaMu dengan sikap doa bukan untuk meminta perhatianMu atau mengharapkan sesuatu dariMu Aku datang karna aku merindukanMu dan untuk mengatakan bahwa... Aku mencintaiMu dengan sederhana tanpa definisi tanpa alasan yang masuk akal Ketika hari yang penuh sukacita berlalu dari hidupku dan aku terhimpit dan terjepit situasi sementara semua orang yang mengaku dekat meninggalkanku Aku memutuskan untuk datang kepadaMu berlutut dengan gemetar di bawah kakiMu menyerahkan smeua hariku kepadaMu dan tetap berusaha menimbulkan bahagiaku sekalipun tak sepenuhnya jadi milikku dan dengan iman terus mengatakan ini kepadaMu Aku mencintaiMu dengan sederhana Kadangkala hidup seperti sebuah roda yang berputar suatu saat di atas lain waktu kita berada di bawah Ketika aku berada di atas hidupku diselimuti kebahagiaan dan kesenangan sesaat seolah mengajakku u

PILWALKOT BANDUNG vs POLITISASI MAHASISWA

(Bagaimana dengan mahasiswa ITB?) Oleh : Valentina Solo, 29 Mei 2013 23 Juni 2013 merupakan sebuah momentum besar untuk menentukan masa depan Kota Bandung lima tahun mendatang. Kota yang dikenal dengan sebutan kota kembang ini sedang bersiap mengadakan pesta besar. Bukan pesta yang hanya dinikmati kalangan tertentu. Namun pesta rakyat bagi semua golongan, entah golongan masyarakat bawah, menengah, ataupun atas. Ya, pesta demokrasi bagi warga Bandung untuk memilih sosok pemimpin baru untuk mengemban amanah meningkatkan kesejahteraan warga dan membawa Bandung mencapai visinya sebagai Kota yang Bermartabat. Sebuah berita yang menakjubkan bahwa 8 pasang orang menyatakan keberaniannya mencalonkan diri sebagai walikota dan wakil walikota Bandung dengan beragam latar belakang dan visi misiyang dibawa. Semarak kampanye yang dilakukan para calon telah tersiar hingga ke seluruh pelosok kota untuk menarik perhatian masyarakat, termasuk mahasiswa, yang berada dalam golongan masyaraka

SINGLE FACTOR

Gambar
Selama ini aku mengenalnya sebagai sosok yang kuat. Sosok yang mau berjuang demi orang-orang yang dicintainya. Meskipun badai cobaan begitu banyak menghantam hidupnya namun tak pernah mengurangi semangatnya untuk berjuang demi kehidupan yang harus ditanggung. Kepergian seseorang dalam hidupnya tanpa adanya kepastian dan kabar yang jelas, membuatnya kalang kabut mencari segala upaya untuk berjuang hidup.  Tak peduli apa kata orang tentang kehidupannya saat ini, yang penting segala usaha yang dilakukan menghasilkan sesuatu yang halal. Itulah prinsipnya. Dan prinsip itulah yang ingin aku pegang pula dari hidupku. Belajar dari keteguhan hatinya untuk terus berjuang terkadang mampu menjadi motivasi penting dalam diriku agar aku dapat terus tegar menghadapi hidup. Terkadang kenyataan memang tak selalu seperti yang diinginkan. Namun kenyataan itulah yang menempa kita menjadi intan permata yang indah. Kenyataan yang mampu membuka mata kita bahwa kita harus terus berlari melalui berbaga

Carita dalam Cerita

Gambar
21 Mei 2013. Hari dimana perjalanan kami, Plano11, dimulai. Sebuah bus telah menunggu di depan gerbang kampus Ganesha bahkan sebelum sang surya tampak bersinar dari ufuk timur. Rencananya hari itu kami akan melakukan sebuah liburan angkatan pertama kali ke sebuah pantai yang terhampar di Ujung Pulau Jawa, tepatnya di Provinsi Banten. Yap, CARITA namanya. Aku telah membayangkan betapa banyak hal indah yang akan kulalui bersama teman-teman yang telah 2 tahun bersamaku di kampus ini. Terlebih hari itu merupakan saat pertama aku berkunjung ke Carita. Meskipun aku baru merasa mengenal mereka saat kami telah disatukan dalanm satu wadah himpunan, HMP. Bahkan hal yang sangat kusesali aku baru benar-benar merasa mengenal mereka setelah liburan ini. Banyak cerita yang tak pernah kudengar dari mulut mereka sendiri dan disini aku menemukan saat-saat berinteraksi secara dekat dengan mereka. Namun hal inilah yang sangat aku syukuri pula karena aku semakin menyayangi angkatan ini, Pla